TRIK TEMBUS KERJA
TRIK TEMBUS KERJA
Cara elegan dilirik HRD tanpa ordal.
Jujur deh, berapa kali lo pernah mikir kayak gini:
"Ah, percuma gue ngelamar. Perusahaan itu pasti udah ada kandidat titipan."
"Si A bisa masuk situ pasti karena bapaknya kenal direkturnya."
"Zaman sekarang kalau nggak punya Ordal (Orang Dalam), jangan harap bisa kerja enak."
Gue ngerti. Frustasi itu nyata. Lo udah kirim 50 CV minggu ini. Lo udah polishing profil LinkedIn sampai kinclong. Lo udah dandan rapi pas wawancara online. Tapi hasilnya? Hening. Krik krik. Paling banter cuma dapet email otomatis: "Terima kasih atas antusiasme Anda, tapi kami memilih kandidat lain."
Rasanya dunia ini nggak adil. Rasanya sistem ini rusak. Dan godaan buat nyalahin keadaan ("Ini gara-gara gue nggak punya Ordal!") itu besar banget.
Tapi dengerin gue baik-baik, Bang. Menyalahkan "Ordal" itu emang bikin hati lega sebentar, tapi nggak bikin lo dapet kerja. Itu cuma alasan buat lo berhenti berusaha.
Hari ini, gue mau bongkar rahasia dapur dunia kerja yang jarang diomongin kampus. Gue mau kasih tau lo cara menciptakan "Ordal" lo sendiri. Bukan. Gue nggak nyuruh lo nyogok. Gue nggak nyuruh lo SKSD (Sok Kenal Sok Dekat) sama bos-bos.
Gue bakal tunjukin Trik Tembus Kerja lewat "Pintu Samping" yang elegan, bermartabat, dan bikin HRD justru yang ngejar-ngejar lo.
Mitos "Spray and Pray"
(Kenapa Cara Lama Lo Gagal)
Kesalahan terbesar fresh graduate adalah strategi Spray and Pray. Semprot dan Berdoa. Lo "nyemprot" CV yang sama persis ke 100 perusahaan beda dalam sehari, terus lo "berdoa" semoga ada satu yang nyangkut.
Lo pikir ini produktif? "Wah, hari ini gue udah ngelamar ke 50 PT!" Padahal, lo lagi buang-buang waktu.
Bagi rekruter, CV template yang generik itu baunya kecium dari jauh. Membosankan. Nggak ada nyawanya. Nggak ada usahanya. Mereka liat CV lo 6 detik, terus... SWIPE LEFT. TONG SAMPAH.
Lo bersaing sama ribuan orang lain yang pake strategi "Spray and Pray" yang sama. Kalau lo mau menang, lo harus ganti strategi. Lo harus berhenti jadi Pelamar, dan mulai jadi Penenun.
3 Strategi Tembus Kerja
1 Bukti > Janji
Ubah CV Jadi "Senjata"
Coba bayangin lo mau beli Nasi Goreng. Penjual A bilang: "Nasi goreng saya enak lho, Pak. Sumpah enak." (Ini CV). Penjual B nggak ngomong apa-apa, tapi dia nyodorin sepiring kecil sampel nasi gorengnya ke lo. "Cobain dulu, Mas." (Ini Portofolio/Bukti).
Lo bakal lebih percaya yang mana? Penjual B, kan? Karena lidah lo nggak bisa dibohongi. Di dunia kerja juga sama. CV itu isinya janji. "Saya pekerja keras." "Saya bisa desain." Semua orang bisa nulis gitu. Itu murah.
Gimana kalau gak punya pengalaman?
1. Proyek Fiktif (Redesign logo BUMN, bikin artikel dummy)
2. Proyek Sukarela (Bantu IG warung temen gratis)
Angka itu emas. "Berhasil menaikkan engagement 50%". Pas lo taruh itu di CV, HRD langsung melek.
SHOW YOUR WORK!
2 Panggung Digital
Bikin HRD Stalking Lo
Zaman dulu, kalau mau cari kerja, lo nyebar amplop cokelat. Sekarang? Lo punya panggung raksasa bernama LinkedIn. Tapi tolong, jangan pake LinkedIn cuma buat pajang CV doang. Itu kuno. Ubah LinkedIn lo jadi Etalase Toko.
Jangan cuma jadi "Silent Reader". Jadilah "Documenter". Gue gak nyuruh lo jadi influencer yang joget-joget. Gue nyuruh lo melakukan teknik "Show Your Work".
- Lagi belajar Excel? Post screenshot rumusnya.
- Baca buku marketing? Post insight menariknya.
- Ngerjain proyek fiktif? Post prosesnya.
Kenapa penting? Karena rekruter itu manusia. Mereka stalking. Pas mereka Google nama lo dan nemu jejak digital lo yang rajin... Nilai tawar lo melesat.
"Siang Pak, saya Budi. Saya mau melamar kerja. Mohon infonya..."
"Siang Pak, saya perhatikan IG brand Bapak interaksinya lagi turun. Saya iseng riset dan nemu 3 ide konten..."
3 The "Linchpin" Pitch
Cara Nembak Kerja Lewat Jalur Samping
Oke, lo udah punya Bukti dan Panggung. Sekarang saatnya Menyerang. Tapi jangan lewat pintu depan (Job Portal) bareng ribuan pelamar lain.
Cari siapa user atau bos di divisi yang lo incer. Kirim pesan personal. Tapi JANGAN minta kerja. Tawarkan Solusi.
Liat bedanya visual di samping? Pesan kedua gak minta apa-apa. Lo memberi. Lo nunjukin kepedulian dan riset. Bos mana yang nggak bakal nengok? Minimal dia bakal bales: "Wah, menarik. Boleh ngobrol?"
BOOM. Pintu wawancara terbuka. Tanpa lewat HRD, tanpa portal, langsung ke pengambil keputusan. Itulah "Ordal" ciptaan lo sendiri.
Kesimpulan: Lo Adalah Kuncinya
Jadi, berhenti ngeluh soal sistem. Berhenti ngeluh soal Ordal. Dunia emang gak adil. Tapi lo punya kekuatan buat membelokkan nasib lo sendiri.
Lo gak butuh paman seorang pejabat. Lo gak butuh tetangga seorang manajer. Lo butuh Modal Karier. Lo butuh Bukti Karya. Lo butuh Keberanian buat Tampil.
Jadilah kandidat yang Gak Bisa Diabaikan. Jadilah solusi yang mereka cari-cari. Ingat, ijazah lo mungkin sama kayak ribuan orang lain. Tapi karya lo? Inisiatif lo? Itu unik punya lo.
TUTUP JOBSTREET. BUKA LAPTOP. BIKIN KARYA SEKARANG.
Gue tunggu kabar baik lo dapet tawaran kerja (yang bukan hasil titipan) di DM gue. Sikat!
Siap Tembus Kerja?
Bingung gimana cara nyusun portofolio yang 'menjual' padahal karya lo masih dikit? Atau takut nulis pesan "dingin" ke bos karena takut dikira SKSD?
ARAHIN
The Cheat Code
Di ARAHIN, gue udah siapin semua "senjata" yang lo butuhin buat perang di jalur samping ini.
Tinggal contek strukturnya, sesuaikan dikit, dan kirim.
"Masih ngeluh gak punya Ordal? Cemen. Ini Trik Tembus Kerja lewat 'Pintu Samping'. Bikin HRD stalking & ngejar lo. Modal skill, bukan titipan. Sikat!"
Diskusi Member
MAU KERJA TANPA ORDAL?
Yakin mau balik ke Jobstreet tanpa senjata? Ambil template Cold DM & Portofolio di sini.
AMBIL CHEAT SHEET