PASSION ITU JEBAKAN
Passion Itu Jebakan
Jangan cari passion, bangun skill mahal dulu.
Pernah nggak sih lo denger nasihat bijak (yang sebenernya racun) kayak gini:
"Temukan passion-mu, dan kamu nggak akan merasa bekerja seumur hidup."
"Ikuti kata hatimu, uang akan mengikuti."
"Kerjakan apa yang kamu cintai."
Kedengarannya indah banget, ya? Romantis. Lo ngebayangin bangun pagi dengan semangat, kerja sambil senyum, dan hidup bahagia selamanya tanpa beban. Nasihat ini ada di mana-mana. Di pidato wisuda, di buku best-seller, di konten motivator TikTok.
Tapi coba jujur sama gue. Pas lo denger nasihat itu sekarang—di posisi lo yang baru lulus, bingung, dan belum punya pengalaman—apa yang lo rasain? Apakah lo ngerasa tercerahkan? Atau malah makin cemas?
Akhirnya lo stuck. Lo nggak gerak. Lo nunggu "wangsit" turun dari langit yang ngasih tau: "Wahai Budi, passion-mu adalah beternak Lele!"
Dengerin gue baik-baik, Bang. Nasihat "Ikuti Passion" itu JEBAKAN. Itu nasihat yang berbahaya banget buat fresh graduate kayak lo.
Kenapa? Karena lo disuruh mencari sesuatu yang lo sendiri belum tau bentuknya. Hari ini gue mau ngajak lo berhenti nyari harta karun imajiner itu. Gue mau ajak lo ganti strategi. Dari Pencari Mimpi jadi Pembangun Aset.
Kenapa "Cari Passion" Itu Ide Buruk?
Bayangin lo belum pernah berenang seumur hidup. Terus tiba-tiba lo disuruh ikut lomba menyelam di laut dalam. Apa yang terjadi? Lo panik. Lo tenggelam.
Itulah rasanya disuruh nyari passion pas baru lulus. Kepala lo masih penuh teori kampus. Pengalaman kerja lo nol. Lo belum tau rasanya dunia kerja beneran. Terus lo dipaksa milih satu hal buat seumur hidup? Ya jelas error lah otak lo.
Passion itu bukan harta karun yang dikubur di tanah, terus lo gali dan ketemu. "Hore! Ketemu!" Bukan. Itu mitos. Faktanya: Passion itu DATANG BELAKANGAN. Passion itu adalah hasil, bukan syarat.
Case Study: Steve Jobs
Orang bilang dia passion-nya di teknologi. Padahal? Awalnya dia cuma bocah yang suka ngutak-ngatik barang elektronik buat cari duit. Dia nggak mulai dari "Cinta Mati". Dia mulai dari "Penasaran". Lama-lama dia jago. Dia bikin solusi. Dia diakui dunia. Dia kaya raya. Baru deh passion-nya muncul.
Jadi, urutannya selama ini kebalik, Bang.
Suka dulu -> Baru kerjain.
Kerjain dulu -> Jadi jago -> Dapet hasil -> Baru suka.
Ganti Mindset
Dari Dokumen ARAHIN: Passion vs Pengrajin
Mindset Passion
- "Apa yang bisa dunia kasih ke gue?"
- "Kerjaan ini bikin gue happy nggak?"
- "Gue bosen nih, berarti ini bukan passion gue."
Mindset Pengrajin
- "Apa yang bisa gue kasih ke dunia?"
- "Nilai apa yang bisa gue buat dengan tangan gue?"
- "Gue belum jago, berarti gue harus latihan lagi."
Seorang pengrajin kayu nggak nunggu mood buat nyerut kayu. Dia nyerut karena dia mau bikin kursi yang kokoh. Dia fokus jadi AHLI. Dia fokus jadi JAGO. Karena dia tau: Kalau dia jago, orang bakal cari dia. Orang bakal bayar mahal. Dan di situlah kepuasan (passion) sejati muncul.
Berhenti tanya: "Apa pekerjaan impian gue?"
Mulai tanya: "Skill apa yang bernilai mahal, yang bisa gue pelajari sekarang?"
(Di ARAHIN, gue udah petain skill-skill apa aja yang lagi "seksi" di pasar kerja sekarang dan gimana cara belajarnya dari nol. Lo nggak perlu tebak-tebakan lagi).
Modal Karier
Aset Lo Bukan CV/IPK. Anggap karier lo itu kayak Bank.
Skill Langka
Copywriting, Data Analysis, Coding, Video Editing.
Jejak Rekam
Portofolio. Bukti lo pernah bikin sesuatu.
Reputasi
Orang tau lo bisa dipercaya dan profesional.
Koneksi
Siapa yang tau kualitas kerjaan lo.
Banyak sarjana mikir aset terbesar mereka adalah IPK 3.8 atau Logo Kampus Terkenal. Wrong. Itu cuma tiket masuk. Tiket wahana. Begitu lo masuk, tiket itu disobek dan dibuang.
Yang bikin lo bisa "naik wahana" (dapet promosi, gaji gede, kerja fleksibel) adalah Modal Karier yang lo punya. Pernah liat orang yang kerjanya enak banget? Bisa kerja dari Bali, dibayar Dollar? Dia "membeli" kebebasan itu pakai Modal Karier yang udah dia tabung bertahun-tahun.
Kalau lo dateng ke bos dan minta gaji tinggi cuma modal "Saya Sarjana Lulusan Terbaik", bos lo bakal ketawa. Tapi kalau lo dateng bawa Skill yang bisa ngasih profit ke perusahaan, bos lo bakal nanya: "Kamu mau gaji berapa?"
Jangan Takut Salah Jurusan
"Tapi Bang, gue kuliah Hukum, masa gue belajar Digital Marketing? Sayang dong ijazahnya."
Dengerin gue. Nggak ada ilmu yang sia-sia. Pola pikir logis anak Hukum bakal kepake banget pas lo nyusun strategi Marketing. Ketelitian anak Akuntansi bakal kepake banget pas lo jadi Data Analyst.
Di era sekarang, Karier itu Open World. Nggak linier. Lo boleh belok. Lo boleh zigzag. Yang penting lo terus Nabung Skill.
Daripada lo diem di kamar meratapi "salah jurusan", mending lo buka laptop dan mulai belajar skill baru 1 jam sehari. Itu namanya nambah saldo Modal Karier.
Cara Mulai Tanpa Bingung
Pilih Satu Skill
Jangan maruk. Pilih satu aja dulu. Riset dikit, apa yang lagi dicari. Saran gue: skill digital.
Jadilah "Murid" yang Brutal
Belajar gila-gilaan. Baca buku, ikut kursus, praktek.
Hasilkan Karya
Jangan cuma belajar teori. Bikin sesuatu. Tulis artikel. Bikin desain. Bikin kode.
Tunjukin (Show Your Work)
Upload ke LinkedIn. Biar dunia tau lo lagi membangun aset.
Proses ini nggak instan. Nggak ada tombol skip. Tapi ini satu-satunya jalan yang PASTI. Daripada lo nunggu wangsit passion yang nggak jelas kapan datengnya, mending lo bangun aset yang jelas-jelas bakal laku dijual.
Penutup: Cinta Datang Karena Terbiasa
Orang Jawa bilang: "Witing tresno jalaran soko kulino." Cinta datang karena terbiasa. Dalam karier, pepatahnya jadi:
"Cinta (Passion) datang karena lo JAGO."
Saat lo jago, lo merasa berdaya. Saat lo jago, lo dihargai orang. Saat lo jago, lo bisa bantu banyak orang. Dan di situlah lo bakal nemuin cinta lo sama pekerjaan itu.
Jadi, berhentilah mengejar bayangan. Berhentilah merasa kurang karena belum nemu passion. Lo nggak butuh passion buat mulai. Lo butuh Disiplin.
Ambil cangkul lo (laptop/skill). Mulai gali sumur lo sendiri. Bangun Modal Karier lo dari sekarang. Nanti, pas airnya udah ngalir deras, lo bakal sadar: "Eh, ternyata gue cinta banget sama kerjaan ini."
Siap Bangun Aset?
Kalau lo butuh panduan langkah-demi-langkah buat milih skill, belajar efektif, dan ngebungkus itu jadi aset mahal, gue udah siapin blueprint-nya.
ARAHIN
Career Blueprint
Kita bangun sama-sama di sana. Sekarang, lupakan passion. Mulai kerja. Bangun aset lo. Dunia nunggu karya lo, bukan kegalauan lo.
Sikat!
"Bingung passion lo apa? Santai, passion itu jebakan. Berhenti ngejar mimpi, mulai bangun Aset Skill Mahal. Ini panduan karir realistik buat lo. Sikat!"
Diskusi Member
MASIH BINGUNG PASSION?
Yakin mau nunggu wangsit seumur hidup? Ambil Blueprint Skill Mahal di sini.
AMBIL BLUEPRINT